Kamis, 28 Agustus 2025


Penelitian Universitas di Sulawesi Utara: 93 Persen Remaja di Kotamobagu Habiskan 3 Jam Bersama Game

Kotamobagu – Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim akademisi dari salah satu universitas di Sulawesi Utara mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kebiasaan remaja di Kotamobagu. Berdasarkan hasil survei, tercatat 93 persen remaja di wilayah tersebut menghabiskan sedikitnya tiga jam setiap hari untuk bermain game, baik melalui ponsel pintar, komputer, maupun konsol permainan.

Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan, melibatkan lebih dari 500 responden berusia 13 hingga 18 tahun. Metode yang digunakan adalah penyebaran kuesioner serta wawancara mendalam dengan sejumlah pelajar SMP dan SMA di Kotamobagu. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas remaja menjadikan game sebagai aktivitas utama setelah pulang sekolah.

dalam penelitian ini menjelaskan bahwa tingginya intensitas bermain game dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain akses internet yang semakin mudah, meningkatnya kepemilikan smartphone, serta tren sosial di kalangan remaja yang menjadikan game sebagai bentuk interaksi. “Game tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sudah menjadi gaya hidup sebagian besar anak muda di Kotamobagu,” jelasnya.

Meskipun memberikan hiburan dan meningkatkan kemampuan strategi, penelitian ini juga menyoroti dampak negatif dari kebiasaan tersebut. Sebagian responden mengaku sering mengabaikan pekerjaan rumah, kurang tidur, hingga mengalami penurunan konsentrasi belajar karena terlalu lama bermain game. Bahkan, beberapa guru yang diwawancarai menyebut adanya korelasi antara penurunan prestasi akademik dengan intensitas bermain game yang tinggi.

Di sisi lain, orang tua yang menjadi bagian dari survei mengaku memiliki kesulitan dalam mengontrol waktu anak mereka. Beberapa orang tua mencoba memberikan batasan, namun kurangnya pengawasan dan kesibukan pekerjaan membuat aturan tersebut sering dilanggar. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi keluarga, terutama terkait dengan disiplin belajar anak.

Namun demikian, penelitian ini tidak serta-merta memandang game sebagai hal yang sepenuhnya negatif. Tim peneliti menilai bahwa game juga dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas, kerja sama tim, hingga kemampuan berpikir kritis, asalkan penggunaannya dilakukan secara terukur dan seimbang. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan adalah perlunya pendidikan literasi digital yang lebih intensif di sekolah-sekolah.

Pemerintah daerah Kotamobagu melalui Dinas Pendidikan pun menanggapi hasil penelitian ini dengan serius. Kepala Dinas Pendidikan setempat, Maria Sumolang, menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan program sosialisasi mengenai manajemen waktu bagi pelajar. “Kami tidak bisa melarang anak-anak bermain game, tapi perlu ada pengaturan agar mereka tetap fokus pada pendidikan,” ujarnya.

Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi berbagai pihak, baik sekolah, keluarga, maupun pemerintah, dalam menyusun kebijakan terkait pola hidup sehat di era digital. Dengan keseimbangan yang tepat, game dapat menjadi sarana positif, bukan ancaman bagi perkembangan generasi muda di Kotamobagu.


Senin, 18 Agustus 2025

TUGAS SEJARAH MATERI KEADAAN EKONOMI POLITIK INDONESIA AWAL KEMERDEKAAN

 

 

Indonesia di Persimpangan Jalan

Euforia kemerdekaan yang diraih pada 17 Agustus 1945 tidak serta-merta membawa Indonesia ke dalam situasi yang stabil. Sebaliknya, bangsa ini langsung dihadapkan pada kekacauan di berbagai bidang. Dari segi politik, pemerintahan yang baru lahir harus berjuang keras mempertahankan kedaulatan dari agresi militer Belanda yang ingin kembali berkuasa. Selain itu, di dalam negeri, muncul berbagai pemberontakan daerah dan pertarungan ideologi antarpartai politik yang membuat kabinet silih berganti dalam waktu singkat. Di bidang politik juga Indonesia harus segera membentuk pemerintahan agar diakui sebagai negara merdeka. BPUPKI dan PPKI menjadi wadah perumusan dasar negara dan konstitusi, namun Belanda dengan membonceng Sekutu berusaha kembali menguasai Indonesia. Terjadilah berbagai pertempuran, seperti Pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Secara ekonomi, kondisinya lebih parah. Kas negara kosong, sementara inflasi meroket akibat beredarnya tiga mata uang sekaligus: mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Blokade ekonomi yang dilakukan oleh Belanda di laut memperburuk keadaan, menyebabkan kelangkaan barang dan kesulitan distribusi bahan pokok ke berbagai daerah. Di tengah keadaan ekonomi yang sulit . Kas negara kosong, sementara uang Jepang yang tidak terkendali masih beredar dan menyebabkan inflasi. Pemerintah berusaha mengatasinya dengan mengeluarkan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai alat pembayaran sah.

Di tengah carut-marut politik dan ekonomi, kondisi sosial budaya masyarakat juga bergejolak. Terjadi konflik horizontal di beberapa daerah sebagai dampak dari struktur sosial warisan kolonial. Namun, di sisi lain, semangat revolusi melahirkan kreativitas yang luar biasa. Muncul banyak lagu perjuangan, karya sastra, dan poster-poster yang membakar semangat persatuan dan nasionalisme. Para seniman menjadi "prajurit" yang berjuang lewat karya mereka, merekam harapan dan kecemasan sebuah bangsa yang baru lahir. masyarakat menghadapi kesenjangan pendidikan, fasilitas kesehatan yang terbatas, dan kebutuhan pokok yang sulit dipenuhi. Namun, semangat gotong royong dan rasa kebersamaan masyarakat tetap menjadi kekuatan dalam mempertahankan kemerdekaan.Sedangkan di bidang budaya, muncul semangat untuk meneguhkan identitas bangsa melalui penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, berkembangnya seni tradisional, dan penolakan terhadap dominasi budaya kolonial.

 

 

1.       Berdasarkan paragraf pertama, dua tantangan politik terbesar apa yang dihadapi Indonesia saat itu?

2.       Jika dikaitkan dengan situasi masa kini adakah persamaan antara situasi politik ekonomi dan politik awal kemerdekaan dengan situasi masa kini ? uraikan

3.       Menurut pendapatmu, apakah tantangan Indonesia pada awal kemerdekaan lebih berat di bidang politik, ekonomi, sosial, atau budaya? Berikan alasan yang logis dan dukungan data/argumen.

4.       Menurut pendapatmu, apakah tantangan Indonesia pada awal kemerdekaan lebih berat di bidang politik, ekonomi, sosial, atau budaya? Berikan alasan yang logis dan dukungan data/argumen.

5.       Apa dampak beredarnya mata uang Jepang bagi perekonomian Indonesia, dan bagaimana pemerintah mengatasinya?

6.       Mengapa pembentukan pemerintahan baru setelah proklamasi kemerdekaan menjadi sangat penting bagi Indonesia?

7.       Apa dampak beredarnya mata uang Jepang bagi perekonomian Indonesia, dan bagaimana pemerintah mengatasinya?

TUGAS SEJARAH : MATERI DAMPAK KOLONIALISME

 

 

"Jejak Kolonial di Sekitar Kita"

Menyingkap Warisan Masa Lalu yang Membentuk Masa Kini

Mata Pelajaran: Sejarah Indonesia

Kelas: XI

Materi: Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Mari Menyingkap Jejak Masa Silam Indonesia

Langkah-Langkah Petualangan:

Tahap 1: Pilih Fokus Investigasimu

Pilihlah salah satu bidang dampak kolonialisme yang paling menarik perhatianmu untuk diinvestigasi di lingkungan sekitarmu (kota/kabupaten/ Propinsi/ tempat tinggalmu). Jika tidak ada di sekitar kamu, kamu bisa memilih sekitar Sulawesi dan Maluku

·         A. Politik & Pemerintahan:

o    Contoh jejak: Struktur pemerintahan (adanya bupati, walikota, camat), nama-nama jalan yang berbau Belanda, letak kantor pemerintahan yang strategis, atau sistem hukum warisan (KUHP).

·         B. Ekonomi:

o    Contoh jejak: Adanya pabrik gula tua, perkebunan teh/kopi, jalur rel kereta api, pelabuhan, atau bahkan jenis tanaman ekspor yang masih ada di daerahmu.

·         C. Sosial Budaya:

o    Contoh jejak: Adanya kelas sosial yang tersisa, penggunaan beberapa kosakata serapan dari Belanda dalam bahasa daerahmu (handuk, kantoor, asbak), jenis makanan (semur, perkedel), atau gaya hidup tertentu.

·         D. Pendidikan:

o    Contoh jejak: Gedung sekolah peninggalan Belanda (seperti HBS atau MULO), sistem sekolah yang berjenjang, atau perbedaan akses pendidikan di masa lalu yang dampaknya masih terasa.

·         E. Arsitektur & Infrastruktur:

o    Contoh jejak: Bangunan tua dengan gaya arsitektur Eropa, jembatan, bendungan, tata letak kota (alun-alun di pusat), atau benteng pertahanan.

Tahap 2: Lakukan Investigasi & Kumpulkan Bukti

Sekarang, saatnya menjadi detektif! Kumpulkan "bukti" terkait fokus yang kamu pilih. Kamu bisa melakukan kombinasi dari beberapa cara berikut:

1.      Riset Pustaka & Digital: Carilah informasi mengenai sejarah "temuanmu". Gunakan buku sejarah, artikel online, atau arsip digital untuk memahami: Kapan dibangun/dibuat? Apa fungsi awalnya di masa kolonial? Siapa yang membuatnya?

Tahap 3: Analisis & Refleksi (3 Hari)

Setelah bukti terkumpul, duduk dan renungkan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dalam catatanmu untuk memperdalam pemahaman:

·         Koneksi: Bagaimana kebijakan kolonialisme (misalnya: Tanam Paksa, Politik Etis) berhubungan langsung dengan "bukti" yang kamu temukan?

·         Transformasi: Apa fungsi awal dari temuanmu di zaman kolonial, dan apa fungsinya sekarang? Apakah ada perubahan makna?

·         Dampak Ganda: Apa dampak positif dan negatif yang ditinggalkan oleh warisan ini? (Contoh: Rel kereta api memudahkan transportasi, tetapi dibangun dengan kerja paksa).

·         Relevansi: Mengapa sisa-sisa sejarah ini penting untuk kita ketahui hari ini? Apa pelajarannya bagi kita sebagai bangsa?

 

Tahap 4: Sajikan Secara Kreatif

·         Sajikan dalam bentuk PPT / POSTER

·         Sajikan dalam bentuk Artikel

·         Sajikan jawaban seperti biasa setiap nomor pertanyaan atau tahap

 

TUGAS SEJARAH LITERASI NUMERASI

 Mata Pelajaran: Sejarah

Kelas               : X

Materi              : Konsep Dasar Ilmu Sejarah

Guru Mapel    : Oktavia Ndubhu, S.Pd, Gr.

Petunjuk Umum:

1.      Kerjakan tugas ini secara individu.

2.      Tujuan tugas ini adalah untuk mengasah kemampuanmu dalam memahami teks sejarah (literasi) dan mengolah data waktu (numerasi) dalam konteks peristiwa bersejarah.

Analisis Konsep dan Literasi

Bacalah kutipan teks di bawah ini dengan cermat.

 

Revolusi Industri, yang dimulai di Inggris pada sekitar tahun 1760, adalah sebuah periode perubahan besar yang mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Penemuan mesin uap oleh James Watt menjadi salah satu pemicu utamanya. Dalam kurun waktu kurang dari satu abad, kota-kota seperti Manchester dan Liverpool berkembang pesat karena menjadi pusat pabrik tekstil. Namun, perkembangan ini juga membawa dampak sosial yang signifikan: urbanisasi besar-besaran, munculnya kelas pekerja baru, dan kondisi hidup yang sering kali buruk di perkotaan. Peristiwa ini tidak terjadi dalam ruang hampa; ia merupakan kelanjutan dari penemuan-penemuan ilmiah sebelumnya dan menjadi dasar bagi perkembangan teknologi di abad-abad berikutnya. Pola urbanisasi dan perubahan sosial yang terjadi saat itu bahkan masih bisa kita lihat jejaknya pada kota-kota besar di seluruh dunia saat ini.

Dampak revolusi ini tidak hanya terbatas pada industri tekstil. Permintaan batu bara sebagai bahan bakar mesin uap dan besi untuk pembuatan mesin serta infrastruktur memicu ledakan di sektor pertambangan dan metalurgi. Puncaknya adalah pembangunan jaringan kereta api yang merevolusi transportasi darat, memungkinkan barang dan manusia bergerak lebih cepat dan murah melintasi negara. Namun, di balik kemajuan itu, realitas sosial bagi kelas pekerja sangatlah keras. Mereka bekerja dalam jam yang panjang dengan upah minim, dan sering kali dalam kondisi berbahaya tanpa jaminan keselamatan. Tenaga kerja anak-anak dan perempuan dieksploitasi secara luas, menjadi tulang punggung produksi pabrik dengan bayaran yang sangat rendah.

Keberhasilan Inggris segera memicu gelombang industrialisasi di negara-negara lain. Pada pertengahan abad ke-19, Belgia, Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat mulai membangun basis industri mereka sendiri, sering kali dengan meniru teknologi dan sistem pabrik dari Inggris. Fenomena ini pada akhirnya mengubah tatanan dunia. Negara-negara industri membutuhkan pasokan bahan mentah yang konstan dan pasar baru untuk menjual produk mereka. Kebutuhan inilah yang mendorong gelombang baru imperialisme, di mana kekuatan Eropa berlomba-lomba menguasai wilayah di Asia dan Afrika untuk dieksploitasi sumber dayanya. Dengan demikian, Revolusi Industri tidak hanya membentuk masyarakat modern, tetapi juga menciptakan ketidakseimbangan kekuatan global yang dampaknya masih terasa hingga kini.

Berdasarkan teks di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan kalimatmu sendiri:

1.      Pengertian Sejarah: Jelaskan bagaimana teks di atas menunjukkan bahwa sejarah adalah studi tentang perubahan dalam kehidupan manusia!

2.      Konsep Manusia, Ruang, dan Waktu:

o    Manusia: Sebutkan siapa saja tokoh atau kelompok manusia yang menjadi fokus dalam teks tersebut?

o    Ruang: Di manakah (ruang) peristiwa yang dijelaskan dalam teks itu terjadi?

o    Waktu: Kapan (waktu) periode peristiwa itu berlangsung?

3.      Ciri Khas & Sifat Sejarah: Sejarah bersifat unik (hanya terjadi satu kali).  Jelaskan mengapa Revolusi Industri dianggap sebagai peristiwa yang unik berdasarkan informasi dari teks!

4.      Konsep Keberlanjutan & Perkembangan: Tunjukkan satu kalimat dalam teks yang membuktikan adanya konsep keberlanjutan (sesuatu yang berlanjut dari masa sebelumnya) dan perkembangan (menjadi dasar bagi masa sesudahnya)!

 

 

Bagian 2: Lini Masa dan Numerasi

Di bawah ini adalah daftar 8 peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang diacak.

·         A. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945)

·         B. Berdirinya Kerajaan Majapahit (1293)

·         C. Pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika di Bandung (1955)

·         D. Awal mula era Reformasi di Indonesia (1998)

·         E. Sumpah Pemuda (1928)

·         F. Pembangunan Candi Borobudur dimulai (sekitar 800 M)

·         G. Tanam Paksa (Cultuurstelsel) diterapkan oleh Belanda (1830)

·         H. Berdirinya Budi Utomo (1908)

Tugas Peserta Didik

1.      Kronologi (Urutan Waktu): Urutkan peristiwa-peristiwa di atas secara kronologis, dari yang paling awal hingga yang paling akhir.

2.      Membuat Lini Masa: Buatlah sebuah garis waktu (lini masa) visual pada selembar kertas atau secara digital. Letakkan setiap peristiwa pada titik yang tepat di garis waktu tersebut.

3.      Latihan Numerasi:

o    Berapa abad selisih waktu antara berdirinya Kerajaan Majapahit (B) dan awal era Reformasi (D)? (1 abad = 100 tahun).

o    Berapa tahun jarak waktu antara Sumpah Pemuda (E) dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (A)?

o    Jika sekarang tahun 2024, berapa tahun yang lalu Konferensi Asia-Afrika (C) diselenggarakan?

 

 

Rabu, 06 Agustus 2025

PERADABAN -PERADABAN TUA DI DUNIA

 

Peradaban Mesopotamia (Peradaban Lembah Sungai Eufrat & Tigris)

Peradaban Mesopotamia, yang secara harfiah berarti "tanah di antara dua sungai," terletak di wilayah subur antara Sungai Eufrat dan Tigris. Wilayah yang saat ini dikenal sebagai Irak. Peradaban ini dikenal sebagai "tempat kelahiran peradaban."

  • Kehidupan Sosial dan Teknologi: Mesopotamia merupakan peradaban perkotaan pertama di dunia, dengan kota-kota seperti Ur, Uruk, dan Babilon. Masyarakatnya sangat hierarkis, yang dipimpin oleh raja atau pendeta. Mereka mengembangkan sistem tulisan pertama di dunia, yaitu kuneiform, yang diukir pada lempengan tanah liat. Mereka juga ahli dalam membuat roda, sistem irigasi, dan kalender.

  • Agama dan Kepercayaan: Masyarakat Mesopotamia menganut sistem politeisme, yaitu kepercayaan terhadap banyak dewa. Mereka membangun kuil-kuil megah yang disebut ziggurat sebagai tempat pemujaan. Mereka percaya bahwa dewa-dewa mengendalikan segala aspek kehidupan, termasuk banjir sungai yang penting untuk pertanian.

  • Politik dan Pemerintahan: Mesopotamia terdiri dari banyak negara kota yang saling bersaing. Setiap kota diperintah oleh raja yang dianggap sebagai wakil dewa di bumi. Salah satu sistem hukum yang paling terkenal adalah Hukum Hammurabi, yang terdiri dari 282 hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan.

Peradaban Mesir Kuno (Peradaban Lembah Sungai Nil)

Peradaban Mesir Kuno berkembang di sepanjang Sungai Nil, yang setiap tahunnya mengairi tanah di sekitarnya dan membuatnya sangat subur untuk pertanian. Peradaban ini terkenal akan warisan budayanya yang monumental dan abadi.

  • Kehidupan Sosial dan Teknologi: Masyarakat Mesir sangat terstruktur. Firaun atau raja berada di puncak, lalu disusul oleh para pendeta, juru tulis, pedagang, dan petani. Mereka menciptakan sistem tulisan hieroglif, yang digunakan untuk mendokumentasikan sejarah dan kepercayaan mereka. Mereka membangun piramida yang megah, kuil-kuil, dan monumen lainnya. Mereka juga ahli dalam pembuatan papirus, sistem irigasi, dan kalender yang didasarkan pada siklus matahari.

  • Agama dan Kepercayaan: Agama Mesir Kuno juga menganut politeisme dengan banyak dewa. Mereka sangat percaya pada kehidupan setelah kematian, dan keyakinan ini menjadi inti dari praktik mumi dan pembangunan makam-makam seperti piramida. Mereka percaya bahwa jiwa harus melewati berbagai ujian untuk mencapai kehidupan abadi.

  • Politik dan Pemerintahan: Mesir diperintah oleh seorang raja, yang dikenal sebagai Firaun. Firaun dianggap sebagai titisan dewa di bumi. Firaun memiliki kekuasaan mutlak, baik dalam bidang politik maupun agama, dan kekuasaannya diturunkan secara turun-temurun.

Peradaban Lembah Sungai Indus (Peradaban India)

Peradaban kuno India berkembang di sekitar Lembah Sungai Indus, yang kini merupakan wilayah Pakistan dan India. Peradaban ini terkenal akan perencanaan kotanya yang maju.

  • Kehidupan Sosial dan Teknologi: Dua kota besar yang ditemukan di peradaban ini adalah Harappa dan Mohenjo-Daro. Tata kota mereka sangat rapi, dengan jalan-jalan yang teratur, sistem sanitasi canggih, dan bangunan dari batu bata. Masyarakatnya memiliki kasta, di mana posisi sosial dan pekerjaan seseorang ditentukan sejak lahir. Namun, seiring berjalannya waktu, peradaban ini punah.

  • Agama dan Kepercayaan: Informasi tentang agama mereka masih terbatas. Para arkeolog meyakini bahwa mereka memuja dewi kesuburan. Mereka juga mempercayai binatang tertentu sebagai simbol suci.

  • Politik dan Pemerintahan: Tidak ada bukti yang kuat mengenai siapa yang memerintah peradaban Lembah Sungai Indus. Para arkeolog menduga peradaban ini diperintah oleh para pendeta atau pemimpin yang memiliki peran agama dan politik.

Peradaban Tiongkok Kuno (Peradaban Lembah Sungai Kuning)

Peradaban Tiongkok Kuno berkembang di sepanjang Sungai Kuning (Huang He) dan Sungai Yangtze. Wilayah ini merupakan pusat kekuasaan dan kebudayaan Tiongkok selama ribuan tahun.

  • Kehidupan Sosial dan Teknologi: Masyarakat Tiongkok kuno terbagi ke dalam kelas-kelas sosial yang dipimpin oleh kaisar, lalu disusul oleh bangsawan, petani, dan tentara. Mereka ahli dalam menenun sutra, membuat keramik, dan membuat sistem tulisan yang saat ini masih digunakan. Penemuan besar lainnya, seperti bubuk mesiu dan kompas, juga berasal dari peradaban ini.

  • Agama dan Kepercayaan: Masyarakat Tiongkok kuno memuja leluhur. Mereka percaya bahwa roh leluhur dapat memengaruhi nasib keturunan mereka. Mereka juga menganut agama-agama seperti Taoisme dan Konfusianisme, yang berfokus pada etika, harmoni, dan keseimbangan dalam hidup.

  • Politik dan Pemerintahan: Tiongkok diperintah oleh seorang kaisar yang dianggap sebagai "Anak Langit." Kaisar memiliki kekuasaan mutlak dan kekuasaannya diwariskan dari satu dinasti ke dinasti lainnya.

Peradaban Amerika Kuno (Peradaban Aztec, Maya, Inca)

Peradaban Amerika Kuno tidak berkembang di sekitar satu sungai, melainkan di beberapa wilayah berbeda di Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. Peradaban ini terkenal akan pengetahuan astronomi dan arsitektur mereka.

  • Kehidupan Sosial dan Teknologi: Peradaban Maya ahli dalam bidang astronomi dan matematika. Mereka membangun piramida dan kuil yang menakjubkan. Peradaban Aztec ahli dalam bidang pertanian. Mereka membuat pulau buatan yang disebut chinampa untuk menanam tanaman. Peradaban Inca adalah pembangun jalan dan jembatan yang ahli. Mereka mengembangkan sistem irigasi, kalender, dan juga sistem tulisan.

  • Agama dan Kepercayaan: Masyarakat Amerika Kuno juga menganut politeisme dengan banyak dewa. Mereka melakukan ritual persembahan manusia untuk menenangkan dewa-dewa dan memastikan panen yang baik.

  • Politik dan Pemerintahan: Peradaban Maya dan Aztec terdiri dari banyak kota-kota independen yang dipimpin oleh raja. Namun, peradaban Inca memiliki pemerintahan pusat yang kuat, yang dipimpin oleh seorang kaisar yang dianggap sebagai titisan dewa matahari.


Penelitian Universitas di Sulawesi Utara: 93 Persen Remaja di Kotamobagu Habiskan 3 Jam Bersama Game Kotamobagu – Sebuah penelitian terbar...